Search

Jangan Mengguncang Bayi Secara Berlebihan

Orangtua kadang berusaha menghentikan tangisan bayi dengan cara menggoyang-goyangkan bayinya. Sebaiknya hal ini tidak dilakukan secara berlebihan, karena bisa mengakibatkan shaken baby syndrome (SBS). Sindrom bayi terguncang atau shaken baby syndrome adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan salah satu bentuk kekerasan pada bayi akibat mengguncangnya terlalu keras. Seringkali hal ini terjadi karena orangtua merasa kesal bayinya tidak mau berhenti menangis atau terus merengek. Kondisi ini biasanya terjadi pada bayi berusia kurang dari 1 tahun yang bisa mengakibatkan cedera otak parah dan permanen, cedera tulang belakang.

Otot leher yang sangat lemah serta memiliki kepala yang berat dan besar untuk ukuran tubuhnya. Selain itu terdapat ruang antara tengkorak dan otak yang memungkinkan untuk perkembangan otak bayi. Jika bayi mengalami guncangan yang keras, maka bisa menyebabkan otak di dalam tengkorak bergerak yang mengakibatkan memar jaringan otak dan merobek pembuluh darah. Pada umumnya luka yang timbul termasuk pendarahan di sekitar otak, pendarahan di mata dan sumsum tulang belakang serta cedera pada leher. Namun pada beberapa kasus kadang ditemukan adanya patah tulang rusuk atau patah tulang lainnya.

Melany Sofyan 21 Jan, 2011


--
Source: http://www.ibubayi.com/info-balita/jangan-mengguncang-bayi-secara-berlebihan.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Read more

Popok Tradisional Kurang Baik Bagi Bayi

Seorang ahli kesehatan berpendapat bahwa masih banyak ibu yang belum menyadari bahwa penggunaan popok tradisional sebenarnya kurang baik bagi bayi karena daya serapnya yang rendah sehingga menimbulkan ruam atau merah pada kulit bayi. “Ibu rumah tangga masih menganggap penggunaan popok tradisional atau popok kain lebih baik dibandingkan popok modern. Namun perlu diingat popok kain sebenarnya memiliki daya serap yang rendah,” kata dokter Tina Wardhani Wisesa. Dokter Tina Wardhani mengemukakan bahwa hal itu dalam diskusi yang membahas perbandingan pemanfaatan atau penggunaan popok bayi tradisional dengan popok modern pada pertemuan yang diselenggarakan PT Kimberly-Clark Indonesia yang memproduksi popok Huggies Ultra.

Tina menjelaskan rendahnya daya serap popok tradisional mengakibatkan kulit bayi menjadi lembab dan lebih lanjut menyebabkan ruam atau merah-merah pada kulit. “Popok yang ideal adalah popok yang mempunyai daya serap besar, dapat menyerap cairan tanpa mengganggu aliran udara dan terdapat indikator daya tampung,” katanya.

Hasil penelitian RSCM Jakarta menunjukkan bahwa satu dari tiga bayi atau balita pernah mengalami ruam popok. Ruam popok juga menduduki posisi teratas dari jumlah penyakit kulit pada bayi yang ditangani RSCM sejak tahun 2005-2009. “Ruam popok disebabkan oleh penggunaan popok yang salah, sehingga terjadi iritasi yang dipicu oleh urin dan feses bayi,” kata dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung itu.

Melany Sofyan 20 Jan, 2011


--
Source: http://www.ibubayi.com/info-balita/popok-tradisional-kurang-baik-bagi-bayi.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Read more

Menyusui Bayi Sangatlah Mudah Dilakukan

Menyusui bayi sepertinya mudah dilakukan. Dekatkan bayi ke puting Anda dan dia akan menghisapnya. Namun nyatanya tidak semudah itu. Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan adalah posisi bayi saat menyusui dan bagaimana merangsang bayi untuk mau menghisap susu dari puting Anda.

Ada beberapa cara yang bisa Anda coba untuk menyusui si bayi.

Posisikan bayi di depan dada Anda.
Posisi hidung bayi tidak di samping puting Anda untuk menjaga tumpahan susu tidak masuk ke hidungnya. Tahan badan bayi dengan satu lengan Anda, pastikan posisi tangan Anda dan bayi cukup kokoh dan nyaman.

Arahkan mulut bayi ke puting Anda.
Tahan payudara dengan tangan satunya untuk memberi ruang pada hidung bayi untuk bernafas.

Bayi akan sendirinya menghisap puting anda.
Namun beberapa bayi perlu untuk dirangsang dan ‘diberitahu’ untuk menghisapnya. Anda bisa menggelitik bibirnya dengan puting untuk merangsang bayi. Cara lain yaitu dengan sedikit menggelitik bagian luar telinga si bayi, yang akan membuatnya melakukan gerak refleks yaitu menghisap puting Anda.

Pastikan bibir bayi terbuka cukup lebar.
BTiukan pada puting saja. Posisi ini memungkinkan bayi menghisap susu lebih banyak dan lebih aman karena resiko untuk tumpah lebih kecil.

Melany Sofyan 20 Jan, 2011


--
Source: http://www.ibubayi.com/gizi-bayi/menyusui-bayi-sangatlah-mudah-dilakukan.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Read more

Balita Harus Diberi Vaksin Agar Terhindar Berbagai Penyakit

Balita memang harus diberi vaksin agar ketahanan tubuhnya meningkat dan terhindar dari berbagai macam penyakit. Tapi vaksin yang diberikan secara bersamaan alias gabungan justru membuat balita lebih rentan kejang dan demam. Balita yang mendapatkan vaksin gabungan seperti Campak-Gondong-Rubella (Measles-Mumps-Rubella atau MMR) dan imunisasi cacar air, berisiko dua kali dari biasanya mengalami demam yang menyebabkan kejang. Reaksi kejang demam yang terjadi seminggu sampai 10 hari setelah vaksinasi, tapi tidak mengancam kehidupan dan biasanya hilang dengan sendirinya. Kejang demam bisa menakutkan, tetapi berlangsung sangat singkat dan tidak berhubungan dengan komplikasi jangka panjang atau gangguan kejang.

Gejala kejang demam adalah sebagai berikut:

1. Anak sering kehilangan kesadaran dan gemetar
2. Kaki bergerak-gerak di kedua sisi tubuh
3. Untuk gejala yang kurang umum, anak menjadi kaku
4. Berkedut di satu bagian tubuh, seperti tangan atau kaki kanan atau kiri saja
5. Kejang demam berlangsung satu atau dua menit, meski ada yang sampai 15 menit
6. Suhu mencapai 40 derajat celsius

Untuk menganalisa temuan yang telah dipublikasikan pada jurnal Pediatrics edisi minggu ini, peneliti Kaiser Permanente menggunakan Vaccine Safety Datalink milik pemerintah, yaitu sistem pengawasan keselamatan yang mengumpulkan data tentang sembilan juta anggota dari delapan organisasi perawatan yang dikelola. Reaksi kejang dan demam yang terjadi pada 83.107 anak usia 1 tahun, yang telah mendapatkan vaksin gabungan MMR dan vaksinasi cacar air, dengan reaksi yang terjadi pada 376.354 balita yang mendapat vaksin terpisah.

Melany Sofyan 20 Jan, 2011


--
Source: http://www.ibubayi.com/info-balita/balita-harus-diberi-vaksin-agar-terhindar-berbagai-penyakit.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Read more

Sukses Meyusui dengan Puting Datar? Kenapa Tidak?!

Banyak yang ketika hamil dan mempunyai payudara dengan puting datar sudah membayangkan tidak akan bisa menyusui atau pasti bayi akan susah menyusui ataupun berbagai alasan.

Puting Datar / Rata

Seringkali kita mendengar bahwa ibu A tidak sukses memberikan ASI eksklusif pada bayinya karena putingnya rata/data, sehingga bayinya tidak dapat menghisap puting. Lalu ada lagi ibu B yang terpaksa menggunakan ‘penyambung puting’ supaya bisa menyusui bayinya. Tapi alih-alih berhasil, ibu B malah tidak merasa nyaman pada payudara/putingnya.

joni_kuncoro@yahoo.com (Administrator) 20 Jan, 2011


--
Source: http://www.bayisehat.com/breastfeeding-mainmenu-33/790-sukses-meyusui-dengan-puting-datar-kenapa-tidak.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Read more

Mengkonsumsi Pedas Saat Hamil

Saat sedang mengandung, seorang calon ibu harus memperhatikan asupan gizinya. Secara umum tidak ada pantangan makanan tertentu untuk ibu hamil, tapi porsinya yang harus diperhatikan. Meski demikian ada beberapa makanan yang sebaiknya dihindari, terutama makanan yang mentah atau berisiko mengandung bakteri yang menyebabkan infeksi.uncul adalah melarang ibu hamil untuk makan pedas. Namun untuk makanan yang pedas atau panas memang harus mengetahui terlebih dahulu kadar kemampuan diri sendri, lebih baik ibu hamil mengurangi kadar pedas. Hal ini untuk menghindari rasa tidak nyaman yang sering timbul saat sedang hamil.

Beberapa mitos yang berkembang tentang makanan pedas adalah bisa menyebabkan kontraksi awal, membuat rambut bayi tipis atau membuat kulit bayi menjadi hitam. Tapi hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan kebenaran dari mitos tersebut. Hal yang sebenarnya terjadi adalah makanan pedas terkadang menyebabkan iritasi atau diare pada ibu hamil. Jika terjadi diare, maka ibu hamil berisiko mengalami dehidrasi yang dapat memicu timbulnya kontraksi. Penjelasan lainnya adalah kemungkinan prostaglandin akan meningkat jika seseorang mengonsumsi makanan pedas.

Kondisi ini akan menyebabkan otot-otot halus serta menginduksi kontraksi seperti akan melahirkan. Karena itu kenali kemampuan diri sendiri saat mengonsumsi makanan yang pedas saat hamil, sebaiknya ibu hamil mengurangi porsi konsumsi makanan pedasnya. Hal ini untuk menghindari dampak dari makanan pedas seperti iritasi lambung, membuat usus bekerja lebih keras serta menghindari diare yang memicu dehidrasi.

Melany Sofyan 19 Jan, 2011


--
Source: http://www.ibubayi.com/info-ibu/mengkonsumsi-pedas-saat-hamil.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Read more

Beberapa Tanda Skizofrenia di Otak Bayi

Schizophrenia adalah penyakit mental karena adanya gangguan di saraf otak yang susah disembuhkan. Kelainan otak yang dihubungkan dengan risiko skizofrenia sudah dapat dideteksi pada bayi yang berusia beberapa minggu. Kebanyakan kasus tidak terdeteksi sampai orang mengalami gejala seperti delusi dan halusinasi di usia remaja atau dewasa. Seiring berjalannya waktu, gangguan tersebut telah berkembang pesat hingga menjadi sulit untuk ditangani.

Peneliti dari University of North Carolina di Chapel Hill dan Columbia University memberikan bukti pertama hubungan kelainan otak dengan risiko skizofrenia dapat terdeteksi pada bayi yang berusia hanya beberapa minggu. Ilmuwan menggunakan ultrasound dan MRI untuk memeriksa perkembangan otak pada 26 bayi yang lahir dari ibu penderita skizofrenia. Memiliki hubungan famili dengan penderita meningkatkan risiko skizofrenia dari 1 menjadi 10. Bayi dengan risiko tinggi memiliki otak dan lateral ventrikel yang lebih besar.

Gilomore berspekulasi kemungkinan pembesaran tersebut adalah sebuah tanda pada otak yang nantinya menimbulkan sesuatu yang berbeda. Ukuran otak yang lebih besar pada bayi juga dihubungkan dengan autisme. Para peneliti menemukan bahwa dalam penelitian tersebut tidak ada perbedaan dalam ukuran otak diantara perempuan. Penemuan tersebut bukan berarti bahwa laki-laki dengan otak yang lebih besar akan menderita skizofrenia. Tim peneliti akan melanjutkan penelitian untuk mengukur otak anak-anak dan juga menjejaki kemampuan berbahasa, kemampuan motorik, dan perkembangan memori mereka.

Melany Sofyan 19 Jan, 2011


--
Source: http://www.ibubayi.com/info-balita/beberapa-tanda-skizofrenia-di-otak-bayi.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Read more

Delete this element to display blogger navbar

 
© 2010 Buah hati|tips merawat bayi is proudly powered by zidan-zain